-->



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

"No"

Home Layout Display

Posts Title Display

"No"

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Satu paket menu sego manten lengkap. Foto: MSY/writeitmagazine.com 

  

Write It - Sekitar dua bulan lalu, tepatnya pertengahan September, seorang kerabat mengajak untuk mencicipi kuliner yang tengah ramai di Kota Magetan, Jawa Timur. Namanya “sego manten” atau dalam bahasa Indonesia berarti “nasi pengantin”. Dinamakan sego manten sebab menu yang ditawarkan adalah makanan yang umumnya disajikan saat pesta perkawinan tradisional di daerah Magetan. Penasaran dengan namanya yang unik, dari pusat Kota Magetan kami berangkat menuju Kecamatan Kawedanan dengan durasi perjalanan sekitar 20 menit.


Sampai di perempatan besar Gorang-Gareng dari arah barat, lalu kami belok kanan ke arah selatan, tepatnya menuju ke Jalan Pancasila. Tak jauh melewati Pasar Sayur Gorang-Gareng, arahkan kendaraan ke kiri dan masuk ke gapura yang bersebelahan dengan plang nama bertuliskan SMK Pancasila. Sekitar 200 meter, di sebelah kanan jalan tampak rumah berhalaman luas dengan pagar bercat kuning terang. Di situlah Kedai Dhenofa yang menjual sego manten berada.


Sayap kanan halaman dan spot saji di Kedai Dhenofa. Foto: MSY/writeitmagazine.com


Memasuki halaman kedai, tak ada dekorasi layaknya di pesta pernikahan menyambut kami. Alih-alih, halaman luas dan hanya dua sayap kanan-kiri yang dijadikan tempat bersantap. Ketersediaan bangkunya hampir tak muat menampung pembeli yang cukup banyak. Kami memilih duduk di bawah pohon mangga yang rindang. Angin semilir cukup ampuh menghalau terik matahari siang itu.


Ada satu bagian di sudut halaman samping yang menarik perhatian kami. Sepetak kecil pondasi berlantai semen dengan satu kran air dinaungi oleh rindang pohon mangga. Tumpukan piring kotor tampak menunggu dibersihkan di sana. Tempat cuci piring seperti itu jamak kami temukan di rumah-rumah lawas di desa, utamanya di daerah Magetan. Saat pesta pernikahan diselenggarakan, di spot tersebut biasanya akan terlihat petugas yang super sibuk mencuci alat makan.


Sego Manten: Pengobat Rindu Masakan ala Pesta Perkawinan


Kedai Dhenofa mulai beroperasi pada Februari tahun ini. Awalnya kedai ini menjual menu bakso, sedang menu sego manten baru mengikuti beberapa waktu kemudian. Kondisi dunia yang tak menentu membuat pesta pernikahan tak bisa dilangsungkan beramai-ramai. Celah itu membuat menu sego manten ramai diburu.


Selain sego manten, kedai ini juga menyediakan beberapa menu lain seperti bakso, nasi dengan beberapa pilihan lauk, aneka es, serta paket sego manten yang dijual per item. Sesuai tujuan utama, kami memesan sego manten yang dalam menu tertulis sebagai Paket Super Lengkap. Dibanderol Rp 25 ribu, di dalamnya sudah termasuk sop manten, sego pupuk, dan es podeng. Cukup terjangkau untuk ukuran menu paket lengkap yang unik ini.


Saat pesanan kami datang, penampilannya persis menu yang disajikan di pesta pernikahan. Bahkan piring dan mangkuk yang digunakan pun tak berbeda. Tampilan sop bening, sego pupuk atau nasi beserta lauk pauk yang punya kemiripan dengan nasi campur/rames, dan es podeng sungguh menggugah selera dan membangkitkan nostalgia.


Dari kiri atas ke kanan: Sego pupuk, sop bening, dan es podeng. Foto: MSY/writeitmagazine.com


Biasanya, urutan makanan yang keluar saat pesta perkawinan dimulai dari sop bening, nasi pupuk, dan ditutup dengan es podeng. Kami pun mencoba menikmatinya dengan pakem tersebut.


Sop bening yang disajikan di atas piring tampak simpel dan segar. Isiannya terdiri dari makaroni, potongan wortel, sepotong tomat, satu kacang kapri, beberapa potongan kecil ayam, seledri, dan dua iris tipis rolade. Tak lupa taburan bawang merah goreng menambah semarak penampilannya.


Sesuai dengan tampilannya, sop bening ini memiliki rasa segar dan “bersih”, gurih dengan sedikit rasa manis. Rasa sop ini sedikit mengingatkan saya dengan sup matahari khas Solo, hanya minus bentuk isian yang sama sekali berbeda.


Setelah menandaskan sepiring sop bening, kami beralih menyantap sego pupuk atau nasi pupuk. Sepiring sego pupuk berisi nasi, potongan daging berbumbu manis, sambal goreng kentang, acar, dan kerupuk udang. Perpaduan daging berbumbu cenderung manis dan sambal goreng kentang yang agak pedas terasa nikmat di lidah. Tambahan acar yang berisi potongan mentimun, wotel, bawang merah, dan cabai menjadi “pencuci” lidah yang membuat kami tak bosan menyantapnya. Apalagi jika ditambahkan dengan gurih kerupuk yang menjadikan tekstur sesuap nasi pupuk makin kaya.


Santapan sego manten kami ditutup dengan kesegaran semangkuk es podeng dengan warna-warni isian yang menarik mata. Di dalamnya berisi potongan nanas, pepaya, kolang-kaling, dan sepotong agar-agar. Buah-buahan tersebut sebelumnya sudah dimasak bersama gula dan kayu manis sehingga teksturnya agak ”kenyal”. Proses memasak tersebut menjadikan rasa kuahnya manis tak berlebihan dan segar dengan aroma khas kayu manis. Semangkuk es podeng menutup santapan siang kami dengan memuaskan.


Daftar menu makanan di Kedai Dhenofa. Foto: MSY/writeitmagazine.com


Porsi, tampilan, dan keseluruhan rasa paket sego manten ini sama persis seperti menu yang disajikan saat pesta pernikahan tradisional di sekitar wilayah Magetan. Sehingga Anda hampir pasti menemukan paduan ketiga menu ini jika menghadiri pesta pernikahan tradisional dengan sistem menu non-prasmanan.


Jika ada kesempatan, tak ada salahnya menjajal menu sego manten khas Magetan tersebut. Tak cuma mengenyangkan, namun juga membuat Anda serasa sedang menghadiri sebuah pesta pernikahan tradisional di Magetan.


(MSY/OTK)

Leave A Reply