-->



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

"No"

Home Layout Display

Posts Title Display

"No"

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

 

Suasana di dalam warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Write it-  Tiap kali melintas di daerah Sagan, Yogyakarta, khususnya bakda magrib, mata kami sering kali tertuju pada satu warung makan yang tak pernah sepi pembeli. Deretan sepeda motor selalu ramai berbaris rapi di pinggir jalan depan warung. Warung makan tersebut tepatnya berlokasi di Jl. Prof Yohanes No.43, Yogyakarta. 

 

Di sepanjang jalan satu arah menuju utara itu memang dipenuhi aneka rumah makan dengan beragam pilihan. Mulai dari makanan tradisional seperti lotek, gudeg, dan mi Aceh hingga jajanan kekinian seperti martabak manis dengan banyak pilihan rasa. Di antara berbagai pilihan tersebut, salah satu warung makan yang ramai di sebelah kanan jalan cukup menarik perhatian kami. Namanya adalah Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk.

 

Warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk sudah ada sejak tahun 1989. Menurut salah satu pegawainya, sebelum menempati lokasinya sekarang warung ini bertempat di dekat daerah Gejayan, tepatnya di Kolombo sekitar kolam renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Terhitung mulai tahun 2006, Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk pindah dari Kolombo dan menempati lokasinya sekarang.

 

Keunikan Warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk

 

Di antara hiruk pikuk penjual makanan yang ada di sepanjang Jl. Prof Yohanes ini, warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk cukup mudah dikenali, utamanya saat jam buka warung. Selain kendaraan pembeli yang ramai terparkir di depannya, lampu yang cukup terang juga sangat membantu menemukan lokasinya. Dapur yang berada di bagian paling depan warung langsung jelas menampakkan kesibukan staf yang tengah meracik pesanan pelanggan. Meja dan kursi yang penuh terisi oleh pelanggan juga menambah semarak warung satu ini.

 

Sebaliknya, ketika tutup warung satu ini agak sulit dikenali. Sebab bentuknya merupakan bangunan rumah lawas sederhana yang disulap menjadi warung. Agak kontras dengan warung-warung sekitarnya yang berupa kafe atau bangunan baru berbentuk ruko. Hanya spanduk berwarna kuning bertuliskan nama warung dan menu yang tumpang tindih menutupi bagian depan serta plang nama kecil di atas bangunan yang menjadi penanda. Penerangannya pun lebih minim dari biasanya.

 

Tampak depan warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Saat mengunjungi warung ini, jangan heran bila Anda melihat dua jenis dagangan yang sama sekali berbeda tertulis pada spanduk dan plang namanya. Warung ini menjajakan makanan dan juga pigura dalam satu tempat yang sama. Inilah yang menurut kami menjadi salah satu daya tarik warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk. Dari luar sudah terlihat jelas perpaduan kontras yang dimiliki oleh warung ini.

 

Sebelum memasuki warung, Anda akan disambut dengan dapur terbuka yang terletak di bagian paling depan. Anda bisa melihat kesibukan staf dapur kala meracik tiap pesanan dengan cukup jelas. Di belakang dapur terdapat meja kasir. Menuju ke dalam, ruangan cukup lapang dipenuhi jajaran meja besi dan kursi plastik berlatar tumpukan pigura langsung menarik perhatian mata.

 

Ke mana pun mata memandang, tiap sudut bangunan dipenuhi oleh berbagai foto, lukisan, maupun karikatur dengan aneka model pigura. Namun yang paling mencolok adalah foto sang empunya dan juga foto keluarga dalam berbagai momen tersebar di tiap bagian dinding.

 

Beberapa kali mengunjungi warung ini saat siang maupun malam, belum pernah sekalipun kami menemukan sang empunya sedang mengerjakan pesanan pigura. Hanya sekali kami pernah melihat Pak Thoyonk berbincang dengan seseorang yang agaknya sedang memesan pigura jenis tertentu. Jika dilihat sebagai sebuah toko pigura, warung ini lebih terasa sebagai showroom-nya saja sedangkan pabriknya berada di tempat lain.

 

Bangunan ini nampaknya merupakan bagian depan rumah yang disulap menjadi warung. Sepintas, warungnya terbagi menjadi empat bagian. Pertama adalah area dapur dan kasir di bagian depan, kedua adalah ruang utama berukuran cukup luas di belakang kasir sebagai tempat makan pelanggan dan juga tempat pigura-pigura baru diletakkan. Sedang bagian ketiga nampak seperti garasi yang juga disulap sebagai tempat makan, dan terakhir bagian teras dengan beberapa meja dan kursi ditata memanjang di sebelah dapur.

 

Sang empunya sepertinya benar-benar memanfaatkan semua titik dalam warung secara maksimal. Pelanggan juga dapat memilih tempat duduk di mana pun sesuai kenyamanan masing-masing.

 

Menu Berbumbu Lama di Warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk

 

Meski warungnya bertitel mi ayam, nyatanya menu yang disediakan tak cuma satu itu. Ada banyak pilihan makanan yang cenderung mirip dengan sajian di warung khas makanan Tiongkok atau peranakan. Mulai dari aneka mi goreng, kwetiau, nasi goreng, capcay, olahan ayam dan udang, serta ragam olahan cah sayur.

 

Di sini, Anda bisa memesan makanan langsung di kasir atau mencari tempat duduk terlebih dahulu sembari membawa buku menu dan kertas kecil untuk menuliskan pesanan serta nama guna memudahkan pengantaran. Kerupuk blek dan kerupuk bawang juga tersedia sebagai menu tambahan di warung ini.

 

Meskipun warungnya mengusung mi ayam sebagai nama, kami jarang memesan menu tersebut. Ketertarikan pada rasa bumbu yang lebih kuat membuat kami lebih sering memesan menu lainnya seperti mi goreng, nasi goreng, maupun aneka cah sayur. Satu hal yang perlu Anda ketahui, jenis mi yang digunakan sebagai bahan membuat mi ayam−atau tertulis yamie dalam daftar menu−dan mi goreng adalah sama, yaitu mi dengan bentuk tipis dan bertekstur lembut tak terlalu kenyal.

 

Sajian mi goreng bumbu lama plus ayam soklat. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Ada satu menu “tersembunyi” yang biasanya hanya diketahui oleh pelanggan lama sebab tidak tercantum di daftar menu, yaitu mi goreng bumbu lama plus ayam “soklat”. Menurut salah satu pegawai, perbedaan mi goreng bumbu lama dan mi goreng biasa di warung ini terletak pada penggunaan saus tiram. Mi goreng bumbu lama menggunakan saus tiram, sedangkan mi goreng “baru” tidak.

 

Penambahan saus tiram pada mi goreng bumbu lama membuat rasanya semakin “tebal” dan cenderung asin namun masih nikmat. Menu satu ini cocok untuk Anda yang punya lidah dengan selera bumbu lebih kuat. Menurut kami, kekuatan bumbu lama dan isian tambahan di dalamnya membuat mi ini juga cocok jika dijadikan sebagai lauk. Apalagi dengan jenis mi tipis yang digunakan membuat bumbu terasa lebih meresap dalam tiap helainya.

 

Kondimen yang digunakan dalam seporsi mi goreng bumbu lama membuat menu satu ini mempunyai rasa “kental”, sedikit berminyak, dan cukup asin namun tidak enek. Lidah kami seperti menemukan rasa jahe tipis yang agak membantu menetralkan kekentalan bumbu dan mengubahnya menjadi rasa yang istimewa.

 

Seporsi mi goreng bumbu lama terdiri dari mi, potongan sawi, telur yang diorak-arik, dan ayam. Seluruh isian tersebut disajikan dalam porsi yang cukup banyak. Jika memesan plus ayam soklat, porsi yang diberikan juga tak pelit. Tipe sajian mi di sini pun tidak kering, melainkan agak “nyemek” dan cenderung berminyak. Warnanya juga cenderung lebih cokelat pekat dibandingkan dengan menu berbumbu baru. Meski tak tertulis di daftar menu, Anda tetap bisa pesan menu ini dengan langsung menuliskannya maupun memesan dengan mengatakan “mi goreng bumbu lama plus ayam soklat” kepada pegawai yang betugas.

 

Ayam soklat yang disajikan sebagai topping mi goreng bumbu lama ini diiris berbentuk dadu dengan potongan yang cukup besar dan empuk. Porsi yang ditambahkan pun cukup banyak. Ayam soklat didominasi oleh rasa kecap manis yang agak tebal dan aneka rempah serta rasa jahe yang tipis. Meski tipis, tambahan jahe membuat rasa ayam menjadi tidak enek. Sepengamatan kami, ayam soklat ini juga digunakan sebagai topping menu yamie.

 

Sajian koloke, mi goreng bumbu lama plus ayam soklat, dan magelangan. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Oh ya, tambahan ayam “soklat” atau ayam bumbu cokelat bisa Anda keluarkan dari pesanan apabila merasa sudah terlalu banyak bahan tambahan lain di dalam pilihan mi goreng yang Anda pesan. Namun tak ada salahnya memesan mi goreng bumbu lama plus ayam soklat untuk menjawab rasa penasaran akan perpaduan kedua menu ini.

 

Ketika kami menanyakan mengenai bumbu lama ini, salah satu pegawai mengatakan bahwa tak hanya mi, pilihan menu lain pun bisa diolah menggunakan bumbu lama jika memang ada pelanggan yang menghendaki. Namun kami belum sempat mencoba pilihan menu selain mi untuk dipasangkan dengan bumbu lama.

 

Sebagai tambahan informasi, mi goreng bumbu lama memiliki rasa yang cukup kuat. Begitu pun dengan ayam soklat yang juga punya rasa “tebal”. Jika tak terlalu menyukai makanan berbumbu agak kuat, bisa jadi paduan kedua makanan terasa sedikit “berat” bagi lidah Anda.

 

Aneka Menu dengan Bumbu “Baru” di Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk

 

Tak hanya menu berbumbu lama, aneka makanan dengan bumbu “baru” pun tak kalah memanjakan lidah dengan porsi dan isian yang juga tidak pelit. Tak seperti bumbu lama, menu berbumbu baru terasa lebih ringan di lidah serta punya keistimewaan tersendiri. Beberapa menu seperti kwetiau, magelangan, maupun cah cukup menarik perhatian kami.

 

Pertama kali memesan kwetiau goreng bakso, warna makanan yang datang nampak agak pucat dan terlihat cenderung hambar. Namun saat mencoba, ternyata bumbunya terasa pas, tak kurang dan tak berlebihan. Cita rasa gurih manis dengan tambahan saus yang biasa digunakan pada menu “chinese food” pun seimbang, ringan namun tetap nikmat. 

 

Dari atas ke bawah: Sajian kwetiau goreng, ca kembang kol ayam, dan nasi goreng komplet. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Satu porsi kwetiau goreng bakso berisi kwetiau, potongan daun bawang yang cukup besar, bakso, sawi, dan telur. Seporsinya terbilang sedang, namun isiannya tidak pelit. Baksonya diiris menjadi empat bagian yang cukup besar, sedang telur yang diorak-arik pun potongannya cukup besar. Sepertinya komposisi menu ini lebih banyak gabungan isiannya daripada kwetiaunya sendiri.

 

Manu nasi gorenganya pun patut Anda coba. Menurut kami, magelangan termasuk menu yang cukup istimewa. Magelangan merupakan menu paduan antara nasi dan mi yang dimasak menjadi satu dengan tambahan isian lauk lain. Agak berbeda dengan magelangan pada umumnya yang punya rasa agak manis dan berat, magelangan yang disajikan di sini memiliki cita rasa yang tipis dengan bumbu khas chinese food yang gurih dan sedikit berminyak. Rasa makanan ini pas dan tidak berlebihan. Sedikit berbeda dengan magelangan, menu nasi goreng komplet punya rasa yang lebih tipis dan “ringan” namun tetap gurih.

 

Selain mi dan nasi, menu yang pernah kami coba yaitu koloke. Koloke merupakan masakan yang terbuat dari potongan filet ayam dibalur tepung, digoreng, lalu disiram saus asam manis. Berbeda dari koloke pada umumnya, ayam yang dibuat koloke tidak dibaluri tepung melainkan dengan telur. Potongan ayamnya tak terlalu besar, namun telur yang menyelimutinya cukup tebal.

 

Isian koloke ini terdiri dari filet ayam yang dibalut telur, kembang kol, wortel, dan daun bawang yang sebelumnya digoreng terlebih dahulu sehingga sensasi saat memakannya lebih gurih dan aromanya lebih kuat. Saus asam manis yang digunakan sebagai siramannya juga terasa segar. Menu ini cocok dinikmati khususnya setelah menyantap menu berbumbu lama yang cukup tebal.

 

Harga dan Jam Buka Warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk

 

Warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk buka setiap hari kecuali hari Senin. Warung ini sudah mulai buka pukul 12.00, sedangkan tutupnya jam 22.00. Berdasarkan pengalaman kami, waktu yang cukup nyaman untuk mengunjungi warung ini adalah saat baru buka maupun sore hari. Sebab kondisi warung pada saat itu masih relatif sepi.

 

Menjelang magrib biasanya pelanggan mulai datang satu per satu, dan setelah magrib pada saat jam makan malam pembeli mulai ramai. Satu hal yang perlu Anda antisipasi jika berencana makan di warung ini yaitu waktu menunggu makanan yang cenderung agak lama, apalagi jika kondisi warung cukup ramai. Ada baiknya Anda tidak datang dalam kondisi perut kosong jika mengunjungi warung ini pada saat jam sibuknya. 

 

Daftar menu di warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk. Foto: MSY/writeitmagazine

 

Harga yang ditawarkan oleh warung Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk pun cukup terjangkau. Untuk makanan dibanderol mulai dari Rp10 ribu – Rp23 ribu. Sedangkan minuman dihargai Rp 1.000 – Rp3.500.

 

Yamie ayam menjadi menu termurah di sini. Sedangkan yang termahal adalah menu mi, bihun, dan kwetiau dengan embel-embel “komplet”. Berdasarkan harga dan porsi yang diberikan, tak heran jika warung ini selalu ramai dikunjungi pembeli yang mayoritas adalah anak-anak muda.

 

Ada satu tips jika Anda menginginkan porsi makanan yang lebih besar atau jumbo namun tak tertera di daftar menu. Anda bisa menambahkan tanda plus plus (++) di belakang setiap menu yang Anda inginkan. Maka porsi yang datang akan sedikit lebih besar daripada porsi biasa yang disajikan.

 

Banyaknya makanan yang digoreng bisa jadi membuat beberapa menu di warung ini agak berminyak meski tak mengurangi kenikmatannya. Namun tak seperti kebanyakan warung lain, aneka isian melimpah yang diberikan dalam setiap masakan dengan potongan cukup besar menjadi kenikmatan tersendiri di warung ini. Misalnya menu mi goreng, Anda akan mendapati bahwa porsi isian tambahan tak kalah banyak dari porsi minya.

 

Warung yang telah berdiri lebih dari tiga dekade ini tentu memiliki banyak cerita bagi para pelanggannya. Menyantap makanan di warung ini pun memberikan pengalaman berbeda yang terkesan unik. Tak lain karena banyaknya pigura yang dipajang sehingga selain nuansanya berbeda dibanding warung pada umumnya, juga dapat menjadi hiburan tersendiri sambil menunggu pesanan datang. Tak hanya dipenuhi pigura, warung ini juga penuh dengan obrolan dan cerita pelanggan dari pelbagai generasi di setiap meja sembari menikmati makanan pesanannya.

 

(MSY/OTK)

Leave A Reply